Kuliner Batu : Warung Bethania
Sepertinya restoran ini salah satu tempat makan favorit di kota Batu ini, selama 3 malam disana dan setiap malam kita lewati selalu saja ramai. Penasaran dong, saya google aja terus baru ketahuan kalau resto ini pernah masuk ke salah acara wisata kulinernya Trans TV yang dipandu Bpk Bondan 'Maknyus' Winarno!, jiahhh..pantesan dot com!.

Secara tiga serangkai ini doyan makan semua, penasaran juga mau nyobain, kita sampai datang 2 hari berturut-turut saking antrinya baru berhasil juga dapat meja di hari kedua kita datang agak cepat untuk dinner.


Interior dalam warung Bethania.
Suasananya cukup nyaman dengan interior unik, yang dibuat seolah-olah kita berada dalam hutan rindang, batang pepohonan di dinding dan kursi -meja kayu, lengkap dengan hiasan langit-langit berupa juntaian dedaunan, dilengkapi suasana temaramnya lampu. Ada panggung kecil untuk live music (jadwal manggungnya kurang paham juga deh), lumayan sih waktu kita disana itu band-nya banyak membawakan lagu-lagu natal.

Dindingnya dihiasi beberapa memoribilia dari pengunjung terkenal yang sempat mampir makan disini maupun yang memang pelanggan, banyak pejabat era Orde Baru yang sudah pernah makan disini ; Alm.Moerdiono, Cosmas Batubara (yang gak kenal tolong digugel aja yah) dan juga dipajang deh foto-fotonya, standarlahh...

Foto-foto pejabat yang mampir disini.
Kita langsung dapet tempat duduk dan kita pun langsung pesan karena saya udah dapet contekan dari hasil googling apa aja menu andalan disini, yaitu gurame goreng kering (ada juga pilihan gurame saus special, kayaknya enak juga), sambel pencit, sambel apel, ayam bakar, dan goreng, tumis buncis. Minumannya seperti biasa jeruk panas dan jeruk nipis panas.

Pesanan kita.
Penyajiannya cepat dan ternyata nasi putihnya enak banget, saya biasanya kurang suka nasi pulen (hahaha, ketauan deh anak pegawai negeri biasa dapet jatah beras pera') tapi ini beda banget. Dari semua memang yang paling juara adalah Gurame goreng keringnya yang semuanya bisa dimakan saking garing, kriuknya. Ayam bakarnya juga enak banget bumbunya. Yang kurang sukses sebenarnya sambel Apelnya. Tumis buncisnya juga enak, masih agak 'crunchy', ngga 'overcooked'.

Di lantai 2 ada Bethania Coffee untuk yang habis makan mau lanjut ngupi-ngupi cantik, kita sih ngga naik ke lantai 2 tapi sempat pesan juga menu minuman Hot Chocolate with Marshmallow-nya yang ternyata endang surendang, walaupun untuk ukuran konsumsi di kota kecil sih lumayan mahal secangkir ukuran standar Rp 25.000,- (beda tipis sama jualannya kedai kopi franchise).


Pokoknya intinya emang tempat ini cocoklah masuk tipi dan emang worth it buat diantri, hahahaha, tapi kita sih tetep ogah kalau disuruh ngantri.

Total kerusakan kurang paham juga karena bill-nya langsung di-take care bos saya (baca: suami)





Sumber : http://www.travelingcow.com/2013/01/kuliner-batu-warung-bethania.html
What's News
INFO & EVENTS


28 July, 2017

Kuliner Batu : Warung Bethania

Others